img

16

Jul

Apa Itu Digital Marketing?

Digital marketing adalah penggunaan situs web, aplikasi, perangkat seluler, media sosial, mesin pencari, dan sarana digital lainnya untuk mempromosikan dan menjual produk serta layanan.

Digital marketing melibatkan banyak prinsip yang sama dengan pemasaran tradisional dan sering dianggap sebagai cara tambahan bagi perusahaan untuk mendekati konsumen dan memahami perilaku mereka. Perusahaan sering menggabungkan teknik pemasaran tradisional dan digital marketing dalam strategi mereka. Namun, digital marketing juga memiliki tantangannya sendiri. Digital marketing mulai menjadi populer dengan adopsi luas internet pada tahun 1990-an.

Poin Utama

  • Digital marketing mempromosikan produk dan layanan melalui saluran seperti situs web, perangkat seluler, dan platform media sosial.
  • Digital marketers memiliki sejumlah alat untuk mengukur efektivitas kampanye mereka.
  • Salah satu tantangan terbesar yang dihadapi digital marketers adalah bagaimana membedakan diri mereka dalam dunia yang penuh dengan iklan digital dan gangguan lainnya.

 

Bagaimana Digital Marketing Bekerja ?

Pemasaran mencakup berbagai teknik dan media yang dapat digunakan perusahaan untuk mempromosikan produk dan layanan mereka kepada calon konsumen dan meningkatkan pangsa pasar mereka. Untuk sukses, dibutuhkan kombinasi keterampilan periklanan dan penjualan. Digital marketers profesional menangani tugas-tugas ini baik secara internal di perusahaan individu atau secara eksternal di firma pemasaran yang mungkin melayani banyak klien berbeda.

Perusahaan dulu fokus pada pemasaran melalui cetak, televisi, dan radio karena hanya itu yang mereka miliki. Meskipun opsi tersebut masih ada, internet memberi perusahaan cara lain untuk menjangkau konsumen dan memunculkan digital marketing.

Teknologi dan tren baru memaksa perusahaan untuk mengubah strategi pemasaran mereka dan memikirkan kembali anggaran mereka. Email menjadi alat pemasaran yang populer di awal masa digital marketing. Kemudian fokus beralih ke mesin pencari seperti Netscape, yang memungkinkan bisnis untuk menandai dan memberi kata kunci pada item untuk mendapatkan perhatian. Pengembangan platform sosial seperti Facebook memungkinkan perusahaan untuk melacak data pengguna dan menyampaikan pesan mereka kepada audiens yang sangat spesifik.

Smartphone dan perangkat portabel lainnya sekarang memudahkan perusahaan untuk memasarkan produk dan layanan mereka kepada konsumen di mana pun mereka berada. Studi Pew Research Center tahun 2022 menemukan bahwa 76% orang dewasa Amerika telah melakukan pembelian online menggunakan ponsel mereka.

Digital marketing dapat bersifat interaktif, tidak seperti iklan cetak atau televisi tradisional.

 

Jenis Saluran Digital Marketing 

Saluran digital marketing telah berkembang sejak tahun 1990-an dan terus berlanjut hingga sekarang. Berikut adalah delapan saluran yang paling umum digunakan saat ini.

Perusahaan sering menggunakan situs web mereka sendiri sebagai pusat kegiatan digital marketing mereka. Situs web yang paling efektif mewakili merek dan produk serta layanan dengan cara yang jelas dan berkesan. Situs web saat ini harus cepat dimuat, ramah seluler, dan mudah dinavigasi.

Periklanan pay-per-click (PPC) memungkinkan digital marketers menjangkau audiens di situs berita dan situs web serta platform digital lainnya melalui iklan berbayar. Digital marketers dapat mengatur kampanye PPC di Google, Bing, LinkedIn, X (sebelumnya Twitter), Pinterest, dan Facebook serta menampilkan iklan mereka kepada orang-orang yang mencari istilah terkait dengan produk atau layanan mereka.

Kampanye ini dapat membagi pengguna berdasarkan karakteristik demografis mereka (seperti usia atau jenis kelamin), minat khusus mereka, atau lokasi mereka. Layanan yang paling umum digunakan untuk PPC adalah Google Ads dan Facebook Ads.

Tujuan dari content marketing adalah menjangkau pelanggan potensial melalui penggunaan konten tertulis, visual, atau video yang menarik bagi mereka. Konten tersebut biasanya dipublikasikan di situs web dan kemudian dipromosikan melalui media sosial, email marketing, search engine optimization, atau bahkan kampanye pay-per-click. Content marketing mencoba untuk lebih halus daripada iklan, dan produk atau layanan yang ingin dipasarkan mungkin atau mungkin tidak ditonjolkan dengan mencolok.

Email marketing masih menjadi salah satu saluran digital marketing yang paling efektif, meskipun banyak orang mengasosiasikannya dengan spam dan memperlakukan pesan semacam itu dengan sesuai. Banyak digital marketers menggunakan saluran digital marketing lainnya untuk mengumpulkan nama untuk daftar email mereka. Kemudian, melalui email marketing, mereka mencoba mengubah prospek tersebut menjadi pelanggan.

Tujuan utama dari kampanye social media marketing adalah membangun kesadaran merek dan membangun kepercayaan. Saat Anda semakin dalam ke social media marketing, Anda dapat menggunakannya untuk mendapatkan prospek dan sebagai saluran pemasaran atau penjualan langsung. Postingan dan tweet yang dipromosikan adalah dua contoh social media marketing.

Affiliate marketing adalah salah satu bentuk pemasaran tertua, dan dunia digital memberinya kehidupan baru. Dalam affiliate marketing, perusahaan dan "influencer" individu mempromosikan produk perusahaan lain dan mendapatkan komisi setiap kali terjadi penjualan atau lead baru ditambahkan ke daftar mereka. Banyak perusahaan terkenal, termasuk Amazon, memiliki program afiliasi yang membayar jutaan dolar kepada afiliasi yang membantu menjual produk mereka.

  • Video Marketing 

Banyak pengguna internet beralih ke situs seperti YouTube sebelum membuat keputusan pembelian, untuk belajar cara melakukan sesuatu, membaca ulasan, atau sekadar bersantai. Digital marketers dapat menggunakan beberapa platform video marketing, termasuk Facebook Videos, Instagram, dan TikTok, untuk menjalankan kampanye video marketing. Perusahaan menemukan kesuksesan terbesar dengan video dengan mengintegrasikannya dengan SEO, content marketing, dan kampanye social media marketing yang lebih luas.

  • Text Messaging

Perusahaan juga menggunakan pesan teks (secara formal dikenal sebagai SMS, atau layanan pesan singkat) untuk mengirim informasi tentang produk dan promosi terbaru mereka. Organisasi nirlaba dan kandidat politik juga menggunakan SMS untuk mempromosikan diri mereka sendiri dan meminta donasi. Saat ini banyak kampanye pemasaran memungkinkan konsumen melakukan pembayaran atau donasi melalui pesan teks sederhana.

 

Key Performance Indicators (KPI) dalam Digital Marketing 

Digital marketers menggunakan Key Performance Indicators (KPI) sama seperti pemasar tradisional. KPI memungkinkan mereka mengukur kinerja jangka panjang dari inisiatif pemasaran mereka dan membandingkannya dengan upaya pesaing mereka.

Berikut adalah beberapa KPI yang paling umum yang dapat digunakan digital marketers untuk mengukur seberapa baik kinerja mereka:

  • Click-through rate: KPI ini umum digunakan untuk mengukur efektivitas iklan online, dengan menghitung jumlah orang yang mengklik iklan tertentu sebagai persentase dari semua orang yang mungkin melihatnya.
  • Conversion rate: Conversion rate membandingkan persentase orang yang mengambil tindakan yang diinginkan, seperti melakukan pembelian, dengan total audiens yang dicapai oleh iklan atau promosi tertentu.
  • Social media traffic: Ini melacak berapa banyak orang yang berinteraksi dengan profil media sosial perusahaan. Ini termasuk like, follow, view, share, dan/atau tindakan terukur lainnya.
  • Website traffic: Metrik ini melacak berapa banyak orang yang mengunjungi situs web perusahaan dalam periode waktu tertentu. Selain kegunaan lainnya, ini dapat membantu perusahaan menilai seberapa efektif upaya pemasaran mereka dalam mendorong konsumen ke situs mereka.

Tantangan Digital Marketing 

Dunia digital menimbulkan tantangan khusus bagi digital marketers. Misalnya, saluran digital berkembang dengan cepat, dan digital marketers harus mengikuti perkembangannya dan mencari cara untuk menggunakannya secara efektif. Digital marketers juga dapat kesulitan menganalisis dan memanfaatkan secara produktif jumlah data besar yang dapat mereka tangkap melalui platform ini.

 

FAQs

  • Apa Itu Digital Marketing Agency?
    Digital marketing agency adalah perusahaan yang secara eksklusif menangani pemasaran kepada konsumen atau bisnis melalui saluran digital. Ini termasuk membuat dan meluncurkan kampanye untuk klien melalui media sosial, periklanan pay-per-click, video, dan situs web khusus, di antara cara lainnya.
  • Apa Itu SEO dalam Digital Marketing?
    Search engine optimization (SEO) menggambarkan berbagai teknik yang digunakan perusahaan untuk meningkatkan lalu lintas ke situs web mereka dan meningkatkan posisinya dalam hasil pencarian. Semakin tinggi situs muncul di halaman hasil pencarian, semakin besar kemungkinan konsumen melihatnya dan mungkin mengklik untuk mengunjunginya.
  • Apa Itu Internet Marketing?
    Secara teknis, internet marketing adalah pemasaran yang berlangsung secara eksklusif di internet. Dengan demikian, ini adalah subset dari digital marketing, yang dapat menggunakan berbagai platform digital, termasuk internet, untuk menjangkau audiens yang diinginkan.
  • Bagaimana Anda Bisa Menjadi Digital Marketer?
    Digital marketers membutuhkan keterampilan menulis dan media sosial yang kuat, bersama dengan pemahaman yang baik tentang analisis data. Gelar sarjana diperlukan untuk sebagian besar posisi digital marketing. Anda mungkin juga ingin mengambil kursus digital marketing atau mengikuti "boot camp" digital. Selain itu, menyelesaikan magang saat masih di sekolah dapat berguna.
  • Keterampilan Apa yang Dibutuhkan dalam Digital Marketing?
    Keterampilan komunikasi yang kuat sangat penting jika seorang pemasar ingin berhasil menceritakan kisah perusahaan atau produk kepada pelanggan potensial. Keterampilan analisis data juga penting untuk memahami seberapa baik kinerja kampanye pemasaran dan di mana kampanye tersebut dapat ditingkatkan. Terakhir, keterampilan media sosial adalah hal yang 
    harus dimiliki.
  • Apa Itu Bias Implisit dalam Digital Marketing?
    Bias implisit, juga dikenal sebagai bias tidak sadar, mengacu pada pesan yang secara tidak sengaja menyampaikan stereotip negatif atau sikap merendahkan terhadap kelompok tertentu. Dalam beberapa tahun terakhir, hal ini menjadi perhatian khusus dalam bidang periklanan dan pemasaran. Dalam digital marketing, ini dapat muncul dalam hal sederhana seperti pemilihan foto stok untuk kampanye pemasaran. Misalnya, tanpa disadari, perusahaan dapat menggunakan gambar yang hanya mencakup individu kulit putih heteroseksual sambil mengecualikan individu kulit hitam, pribumi, dan orang kulit berwarna lainnya, serta mereka yang memiliki tipe tubuh dan kemampuan berbeda. Meskipun digital marketers sering menggunakan algoritma yang dianggap tidak bias untuk membantu menyusun kampanye mereka, algoritma tersebut dibuat oleh manusia yang mungkin membawa bias tidak sadar mereka sendiri ke dalamnya.

     

Kesimpulan

Cara orang mengonsumsi media di abad ke-21 telah menyebabkan pemasar menempatkan penekanan yang meningkat, dan kadang-kadang eksklusif, pada platform digital untuk kampanye mereka. Sementara digital marketing menggunakan banyak teknik yang sama seperti pemasaran tradisional melalui cetak, televisi, dan radio, ia juga memiliki serangkaian alat sendiri yang perlu dikuasai digital marketers untuk berhasil.

 

Konsultasi
icon